Kamis, 31 Agustus 2017

Rooftop Mall

0 komentar

Matahari pelan-pelan mulai pamit di barat
diiringi mendung yang memunggungi rona senja.
Rooftop mall ini adalah prasasti peradaban
pantang lamban. Di sini dapat kupandang
hamparan luas keakraban genteng-genteng
yang iri pada kaca-kaca apartemen yang
sepi dan memantulkan mendung.

Bulan masih setengah jadi di langit
tapi bulan sudah sepenuhnya jadi
di dalam mall ini. Tanpa pernah
dikagumi. namun dipuja setengah mati

Rabu, 30 Agustus 2017

Alangkah Indahnya

0 komentar

Alangkah indahnya kotaku jika memenuhi
tuntutan kemacetan tanpa menggerus harapan
kenangan masa kecil.
Alangkah indahnya kotaku jika memenuhi
tuntutan kemacetan tanpa memadamkan bintang
dengan lampu merkuri.
Alangkah indahnya kotaku jika memenuhi
tuntutan kemacetan tanpa menghambat aliran
kali merah hitam.
Alangkah indahnya kotaku jika memenuhi
tuntutan kemacetan tanpa menggusur gerobak
kawan hidup trotoar.
Alangkah indahnya kotaku jika memenuhi
tuntutan kemacetan tanpa menyempitkan langit
dengan kehidupan menjulang.
Alangkah indahnya kotaku jika memenuhi
tuntutan kemacetan tanpa menjunjung selalu
kilauan mobil necis.

Alangkah mundurnya!
Alangkah buruknya!
Alangkah bobroknya kotaku jika memenuhi
tuntutan-tuntutanku tanpa penuhi tuntunan
para sesepuh desa.

Selasa, 29 Agustus 2017

Kenangan Belia, 2

0 komentar

Kukenangkan kecupan manismu di pipi kananku
ketika kurebahkan badanku di sofa panjang ini.
Kau tanamkan kecupan ini kala itu, lalu
kupingku menangkap panggilan sayang lirih
sebagai tanda, sekarang giliranku ‘tuk ibadah.

Panenlah sekarang ia. Digandengnya aku
ke saat-saat itu.
Ketika gulungan ombak kuning
mempererat dan memperhangat pelukan kita.

Senin, 28 Agustus 2017

Nyanyian Melati

0 komentar

Nyanyian melati berpendar putih
Kemilau silau menghalau kacau
Sengau risau dibujuk rujuk
Bujuk merajuk tajuk terijuk

Nyanyian melati berpendar putih
Belati beranikan diri mati rapi
Pertapa lupa rupa duka
Sapa Cinta derita muspra

Minggu, 27 Agustus 2017

Kalau Sedang Berkilatan

0 komentar

Kalau sedang berkilatan langitku
Angin menghitam di mataku
Matahari tinggal panasnya saja
Gemeluduk guntur bersemayam di kepala

Lalu apa guna bersuara?
Jika tiap nadanya menggersangkan
dan retakkan tanah

Kalau sedang berkilatan langitku
Rasi bintang sembunyi dalam kabut
Matahari tinggal panasnya saja
Segala ilmu kebijaksanaan hanya
jadi ketombe yang bikin gatal
kepala

Lalu apa guna bersuara dan menyuarakan?
Jika saling sembunyikan nada
dan ritme impian dari harmoni

Kalau sudah begini
lagu metal yang paling metal pun
dibuat minder dan dengki.

Sabtu, 26 Agustus 2017

Meragu Rindu

0 komentar

Percayalah, kekasih
Aku tak percaya
jika rindumu tak menyatu
dengan sajak lakumu
Lebih baik ucapmu lugas
Sehingga kemesraannya meranggas
Ketimbang kau tata kata penuh rias

Renungkanlah, kekasih
Rindu buih di air hujan
pada Samudra

Kamis, 24 Agustus 2017

Warung Kopi Kini

0 komentar

Warung kopi kini
Ada wifi semakin sepi
Kopi dan leteknya pun merasa sepi
Kretek dan asapnya jadi tak peduli
akan mengisi atau tidak
kekosongan bunyi

Namun menyepi
Paling khidmat memang di warung kopi
jika warungnya ramai dan
ada wifi
Sunyi sampai enggan
menemani

Rabu, 23 Agustus 2017

Kubuang Merdeka

0 komentar

Dengan pasti kubuang merdeka dan kemerdekaan ini
dengan sinis
kalau dengan merdeka dan kemerdekaan ini
senyummu luput dari angan.

Dengan pasti kubuang merdeka dan kemerdekaan ini
dengan sinis
kalau merdeka dan kemerdekaan ini
membelenggu nada lagu rinduku.

Dengan pasti kubuang merdeka dan kemerdekaan ini
dengan sinis
kalau dengan merdeka dan kemerdekaan ini
wajahmu lenyap dalam pandang.

Dengan pasti kubuang merdeka dan kemerdekaan
dengan sinis
kalau merdeka dan kemerdekaan ini
mengaburkan kobaran obor rinduku.

Dengan pasti kubuang merdeka dan kemerdekaan ini
dengan sinis
kalau dengan merdeka dan kemerdekaan ini
belaianmu kulalaikan dari rambutku.

Dengan pasti kubuang merdeka dan kemerdekaan ini
dengan sinis
kalau merdeka dan kemerdekaan ini
melebarkan tebal tirai temu.

Dengan pasti kubuang
bahkan kuludahi lalu kuinjak-injak
wajah melas merdeka dan kemerdekaan ini
kalau dengan merdeka dan kemerdekaan ini
pelukanmu lunglai sore nanti.

Selasa, 22 Agustus 2017

Libur, 1

0 komentar

Detik-detik tak kenal libur
Kekosongan tak kenal libur
Kita pun tak kenal libur
Lalu takabur dan tak pernah libur
takabur

Pada berdetik-detik kekosongan
Yang sore nanti pasti subur

Senin, 21 Agustus 2017

Kalau Matanya

0 komentar

Kalau matanya hanya memandang pada gemerincing harta
Kalau matanya hanya memandang pada kemegahan hampa
Kalau matanya memandang cinta kasih pembangunan dan
perkembangan harus dibalas dengan emas mata tetangga
Kalau matanya hanya memakai kacamata orang-orang kemajuan
yang selalu memanen sendiri tanpa peduli nanti

Apa harus kuikuti pandangannya?
Apa harus kupakai kacamatanya?
Sedang matanya
mataku jua

Sabtu, 19 Agustus 2017

Sukar Sendiri

0 komentar

Betapa bodohnya diri ini, mengira
segalanya bisa dipahami
tanpa campur tangan Sunyi.

Betapa kerdilnya diri ini, mengira
bahkan menyangka segalanya enteng ditandangi
tanpa campur tangan Kasih.

Betapa! O, betapa!
angkuh congkak sombongnya diri ini, mengira-ngira
menyangka-nyangka segalanya
bisa dikira dan disangka. Lalu
percaya diri. Teguh berdikari. Lalu
duduk bersila mendengar angin
jadi sukar sendiri.

Rabu, 16 Agustus 2017

Kawan Seperjuangan

0 komentar

Serangkaian besi bernama becak itu
kawanku
Kawan arungi ganasnya aspal beku
Bersamanya,
di bawah kemencak terik matahari
tiap kayuhan berdikari
Peluh jadi rias diri
Bengek nafas menjadi-jadi
itu semua pelumas hati

Pada masanya, kami punya banyak teman
Jalanan jadi panggung karya kami
Sekarang jalanan didikte perubahan
Kawanku dibilang ketinggalan zaman
Ia dibilang penyebab kemacetan,
tidak enak dipandang,
dan segala pembenaran
yang katanya kemajuan zaman
Kawanku heran,
"Mereka itu ribut soal polusi,
tapi aku disuruh mati.
Lalu mereka mau kau ikuti?"
Tenang, kawan
Kau takkan ku bajui mesin
Kakiku masih sanggup
bermesraan dengan pedalmu

Kami berterimakasih
pada mereka yang masih mau
menanggap kami
Tapi mbok ya
jangan sering-sering bikin makan ati
Ongkos tiap putaran gear pakai kaki
jangan disamakan dengan
ongkos tiap putaran gear pakai mesin
Tapi ya mau bagaimana lagi?
Bolehlah sini!
Si kecil di rumah butuh nasi